Kearifan Lokal dan Sosial Budaya Suku Maybrat dalam Membuat Koba-Koba (Am) Sebagai Produk Benda Budaya
DOI:
https://doi.org/10.33506/jn.v9i1.2978Kata Kunci:
Kearifan Lokal, Sosial Budaya, Koba-koba, Produk benda BudayaAbstrak
Koba-koba merupakan produk benda budaya (Artifact) dan kearifan lokal masyarakat suku Maybrat yang unik dan memiliki banyak fungsi. Risetini dilakukan terhadap masyarakat suku MaybratdalammendayagunakanPandan hutan sebagai produk benda budaya berupa koba-koba (Am). Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui kearifan lokal dalam membuat koba-koba dan perspektif sosial budaya suku maybrat dalam memaknai koba-koba tersebut. Metode dalam riset ini yaitu metode deskriptif melalui pendekatan Focus group Discussion (FGD). Hasil penelitian bahwa kearifan lokal suku Maybrat dalam membuat dan merajut produk benda budaya berupa koba-koba semuanya berbahan alam yang diawali dengan persiapan lembar-lembar daun Pandan, jarum dari tulang kelelawar (siwafu) dan benang dari serat kulit gnemon (harerem/arus) dan dijahit kaum perempuan (mama-mama) membentuk lipatan mantel atau payung.Perspektif sosial budaya masyarakat suku Maybrat dalam membuat dan memaknai koba-koba merupakan sebuah simbol dan simbolitas adat yang terlahir dari masyarakat menjadi sebuah menifestasi dari aktivitas kehidupan sosial dan budaya masyarakat suku Maybrat dalam interaksinya dengan alam lingkungannya.
Referensi
Alfian. (2013). Potensi Kearifan lokal dalam Pembentukan Jati Diri dan Karakter Bangsa. Prosiding The 5 thn ICSSIS; “Ethnicity and Globalization . Jogyakarta.
Conyers, D. 1994, Perencanaan Sosial di Dunia Ketiga: Suatu Pengantar, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Dillistone, F. W., 2002. Daya Kekuatan Simbol, diterjemahkan oleh A. Widyamartaya. Yogyakarta: Kanisius.
Fajarini, U. 2014. Peranan Kearifan Lokal Dalam Pendidikan Karakter. Universitas Islam Negeri ( UIN). Jakarta. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2015:hal:123-125
Istiawati, F. N. (2016). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-nilai Kearifan Lokal Adat Ammatoa dalam Menumbuhkan Karakter Konservasi. Cendekia, 10(1), 1-18.
I Way an Rai S, 2021. Penciptaan Karya Seni Berbasis Kearifan Lokal Papua. Pnerbit Aseni. Institute Seni Budaya Indonesia Tanah Papua. https://repo.isi-dps.ac.id/4382/1/BUKU%20PENCIPTAAN%20SENI%20LENGKAP_compressed.pdf(Diakses 07 Oktober 2023)
Keraf, Sony. 2010. Etika Lingkungan Hidup, Jakarta: Kompas Media Nusantara
Koentjaraningrat, 2009. Pengantar Ilmu Antropologi Edisi Refisi. PT Rineka Cipta. Jakarta.
Makunuay, A., T., 2022. Koba-KobaSebagai Simbol Bagi Pengembangan Pendidikan Kristen Komunal Masyarakat Tehit Kabupaten Sorong Selatan.Tesis Program Magister Sosiologi Agama Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana.
Mate, K. Y., 2020.Koba-Koba (Aam) Sebagai Payung Tradisional.https://ayosamirufti5.blogspot.com/2020/11/koba-koba-aam-sebagai-payung-tradisional.html (Diakses 07 Oktober 2023)
Niman, E. M., 2019. Kearifan Lokal Dan Upaya Pelestarian Lingkungan Alam. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio, Volume 11, Nomor 1, Januari 2019, hlm. 1-178 file:///C:/Users/sony/Downloads/139-Article%20Text-222-1-10-20191212.pdf
Pilipus M Kopeuw. 2017. Menggali Budaya Seni Sentani di Papua. Yogyakarta: Kanisius.
Ratna, I Nyoman Kutha. 2011. Antropologi Sastra: Peranan Unsur-Unsur Kebudayaan dalam Proses Kreatif.
Rohadi,A., 1986. Kepribadian Budaya Bangsa (local genious), Jakarta: Pustaka Jaya
Suhartini, 2009. Kajian Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 16 Mei 2009
Wahono, F. 2005. Pangan, Kearifan Lokal dan Keanekaragaman Hayati. Yogyakarta: Penerbit Cindelaras Pustaka Rakyat Cerdas.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Azis Maruapey, Fajrianto Saeni, Rajab Lestaluhu, Agil Saeni, Muhammad Ridha Suaib

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








