Studi Perbedaan Kualitas Produksi Minyak Goreng Kemasan A Dan B Serta Curah

Penulis

  • Syafrinal Syafrinal Politeknik ATI Padang
  • Pevi Riani Politeknik ATI Padang
  • Selfa Dewati Samah Politeknik ATI Padang

DOI:

https://doi.org/10.33506/md.v15i2.2383

Kata Kunci:

Curah; Free Fatty Acid; Iodine Value; Minyak goreng kemasan; Peroxide Value

Abstrak

Perbedaan kualitas minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan disebabkan oleh perbedaan kualitas bahan baku dan proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas minyak goreng kemasan A dan B serta curah yang telah diproduksi sebelum dipasarkan. Penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif yang difokuskan pada analisa Free Fatty Acid (FFA), Moisture & Impurities (M & I), Iodine Value (IV), Peroxide Value (PV), colour, stability, cloud point dan minyak pelikan terhadap minyak goreng kemasan A dan B serta curah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai parameter pengujian untuk minyak goreng kemasan A dan B serta curah adalah 0,064 %, 0,065 % dan 0,068 % untuk FFA. Kandungan M&I adalah 0,040%, 0,045% dan 0,046%. 60,887;  59.034; dan 57.416 g I2/100 mg minyak untuk nilai IV. Nilai PV sebesar 0,098; 0,102; dan 1,58 Mek O2/Kg. 1.9/46 Merah/Kuning, 2.1/51 Merah/Kuning, dan 2.3/51 Merah/Kuning untuk colour . Untuk stability, waktu selama 10 menit, 5 menit dan 1 menit. Suhu cloud point adalah 4,4°C, 7,4°C, dan 9,8°C dan hasil negatif pada uji minyak pelikan. Minyak goreng kemasan A yang diperoleh lebih berkualitas dibandingkan minyak goreng kemasan B dan curah.

Referensi

Budi Ariyani, S., Asmawit, & Hidayati. (2016). Karakteristik Biodiesel Dari Minyak Jelantah Menggunakan Katalis Abu Tandan Kosong Sawit. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Borneo Akcaya, 41, 38–47. https://doi.org/10.51266/borneoakcaya.v3i1.52

Budiyanto, Zuki, M., & S. Hutasoit, M. (2012). Ketahanan Minyak Goreng Kemasan dan Minyak Curah Pada Penggorengan Kerupuk Jalin. Agroindustri, 2(1), 34–40. http://repository.unib.ac.id/id/eprint/7908

Bukhori, M., & Ekasari, T. (2017). Faktor-Faktor Yang Dipertimbangkan Dalam Keputusan Pembelian Minyak Goreng Bimoli Pada Ibu Rumah Tangga Desa Kebonagung Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan. Jurnal Ilmiah Bisnis Dan Ekonomi Asia, 11(2), 11–19. https://doi.org/10.32812/jibeka.v11i2.40

Fitriana. (2015). Analisis Perbandingan Sikap Konsumen Dalam Memilih Produk Minyak Goreng Kemasan Dan Curah (Studi Kasus Ibu Rumah Tangga Di Kota Pekanbaru). Jom Fekon, 2(1), 2013–2015. https://www.neliti.com/id/journals/jom-fe-unri/catalogue

Fitriyono Ayustaningwarno, S. T. P. M. S., Retnaningrum, G., Safitri, I., Anggraheni, N., Suhardinata, F., Umami, C., & Rejeki, M. S. W. (2015). Aplikasi Pengolahan Pangan. Deepublish. https://books.google.co.id/books?id=U0epCQAAQBAJ

Haryanti, R., Karwur, F., Lewerrisa, K., & Ranimpi, Y. Y. (2014). Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Warna Minyak Goreng di Salatiga. 3rd Economics & Business Research Festival, November, 257–266. http://repository.uksw.edu/handle/123456789/5753

Juniarto, T., & Isnasia, I. D. (2021). Uji Kualitas Minyak Goreng Sawit Yang Beredar Di Entikong, Kalimantan Barat. Food Scientia : Journal of Food Science and Technology, 1(2), 117–130. https://doi.org/10.33830/fsj.v1i2.1916.2021

Luthfian Ramadhan Silalahi, R., Puspita Sari, D., & Atsari Dewi, I. (2017). Testing of Free Fatty Acid (FFA) and Colour for Controlling the Quality of Cooking Oil Produced by PT. XYZ. Industria: Jurnal Teknologi Dan Manajemen Agroindustri, 6(1), 41–50. https://doi.org/10.21776/ub.industria.2017.006.01.6

Manurung, M. M., Suaniti, N. M., & Dharma Putra, K. G. (2018). Perubahan Kualitas Minyak Goreng Akibat Lamanya Pemanasan. Jurnal Kimia, 12(1), 59–64. https://doi.org/10.24843/jchem.2018.v12.i01.p11

Mulyati, T. A., Pujiono, F. E., & Lukis, P. A. (2015). Pengaruh Lama Pemanasan Terhadap Kualitas Minyak Goreng Kemasan Kelapa Sawit. Jurnal Wiyata, 2(2), 162–168. https://doi.org/110.56710/wiyata.v2i2.55

Nainggolan, B., Susanti, N., & Juniar, A. (2016). Uji Kelayakan Minyak Goreng Curah dan Kemasan yang Digunakan Menggoreng Secara Berulang. Jurnal Pendidikan Kimia, 8(1), 45–57. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jpk/article/view/4424

Nurrahmah, A., & Firly, S. . . (2020). Analisis perbandingan penggunaan minyak curah dan minyak kemasan menggunakan uji hipotesis dua proporsi. Bulletin of Applied Industrial Engineering Theory, 2(1), 65–66. http://jim.unindra.ac.id/index.php/baiet/article/view/2846

Risti Lempang, I., Fatimawali, & Pelealu, N. C. (2016). Uji Kualitas Minyak Goreng Curah Dan Minyak Goreng Kemasan Di Manado. Pharmacon, 5(4), 155–161. https://doi.org/10.35799/pha.5.2016.13987

Shahidi, F. (2005). Bailey’s Industrial Oil and Fat Products, Edible Oil and Fat Products: Processing Technologies. Wiley. https://books.google.co.id/books?id=4AbyDwAAQBAJ

Sumarna, D. (2014). Studi Metode Pengolahan Minyak Sawit Merah. Prosiding Seminar Nasional Kimia, 1(1), 1–10. http://jurnal.kimia.fmipa.unmul.ac.id/index.php/prosiding/article/view/139

Syafrinal. (2021). Uji Mutu Minyak Goreng Sawit Kemasan X dan Y Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI). 10(2), 113–119. https://doi.org/10.32520/jtp.v10i2.1737

Yulia, E., & dkk. (2017). Kualitas Minyak Goreng Curah Yang Berada Di Pasar Tradisional Di Daerah Jabotabek Pada Berbagai Penyimpanan. Ekologia, 17(2), 29–38. https://doi.org/10.33751/ekol.v17i2.765

Yulianto. (2019). Analisis Quality Control Mutu Minyak Kelapa Sawit Di Pt. Perkebunan Lembah Bhakti Aceh Singkil. Amina, 1(2), 72–78. https://doi.org/10.22373/amina.v1i2.36

Diterbitkan

2023-07-10

Cara Mengutip

Syafrinal, S., Riani, P., & Samah, S. D. (2023). Studi Perbedaan Kualitas Produksi Minyak Goreng Kemasan A Dan B Serta Curah. Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta, 15(2), 66–77. https://doi.org/10.33506/md.v15i2.2383

Terbitan

Bagian

Articles