KERAGAMAN JENIS MAKROZOOBENTOS PADA AREAL MANGROVE REHABILITASI DAN ALAMI DISTRIK BIAK TIMUR KABUAPTEN BIAK NUMFOR

-

Penulis

  • anton sinery university of Papua
  • Octovyanti Magdalena
  • Gandi Purba
  • Yuanike Kaber

DOI:

https://doi.org/10.33506/md.v16i1.3169

Kata Kunci:

keragaman jenis makrozoobentos, rehabilitasi, alami, mangrove

Abstrak

merupakan representasi mangrove rehabilitasi akibat tsunami tahun 1996 oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Biak Numfor pada tahun 2014 dan mangrove alami di wilayah ini. Keberhasilan kegiatan rehabilitasi selain dilihat dari kehadiran jenis mangrove juga melalui biota air.  Tujuan penelitian untuk mengetahui keragaman jenis biota makrozoobentos  di Kampung Yenusi sebagai representasi mangrove rehabilitasi dan Kampung Ruar sebagai representasi mangrove alami di wilayah Distrik Biak Timur Kabupaten Biak Numfor. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa terdapat 43 jenis makrozoobenthos dari 4 kelas, 21 famili dengan jumlah individu sebanyak 3.263 individu yang mencakup 34 jenis kelompok siput (Gastropoda), 5 jenis kelompok kerang (Bivalvia), 2 jenis kelompok udang (Crustacea), 2 jenis kelompok cacing laut (Polychaeta) dengan nilai indeks keanekaragaman jenis pada kedua areal mangrove ini 2,61 (kampung Ruar) dan 2,99 (kampung Yenusi) dengan kriteria “sedang. 74,2% individu jenis makrozobentos dijumpai pada areal mangrove kampung Yenusi dan sisanya 25,8% dijumpai pada mangrove kampung Ruar yang menunjukan adanya adaptasi jenis yang cukup baik mengingat kehadiran jenis dan individu makrozobentos pada areal rehabilitasi mangrove (Kampung Ruar) jauh lebih tinggi dibandingkan habitat alami (Kampung Yenusi)

Referensi

Ahyadi, H. & I. W. Suana. (2018). Kajian Biodiversitas Mangrove dan Burung di The Mandalika, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Lo

Badan Lingkungan Hidup,.2016. Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Biak Numfor.

Bengen, D.G. 2000. Pengenalan dan pengelolaan ekosistem mangrove. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB. 58 hal.

Badan Pusat Statistik. 2022. Kabupaten Biak Numfor Dalam Angka.

BPS Kabupaten Biak Numfor,. 2021. Kecamatan Biak Timur Dalam Angka.

Carpenter E. Kent,. Niem H. Volker,. 1998. Niem The living marine resources of the western central pasific.

Dahuri, R., J. Rais., S.P. Ginting., M.J. Sitepu. 2008. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta: PT. Pradnya Parami.

Kresnasari D, 2022. Makrozoobentos dan Ekosistem Mangrove (Komunitas Makrozoobentos di Hutan Mangrove, Segara Anakan, Kabupaten Cilacap). Cetakan pertama. Wawasan Ilmu. Banyumas.

Liline S, Kubangun M, Kurnia T, Nurul W, Heremba M. 2020. Kepadatan Nerita sp di Perairan Pantai Negeri Suli Teluk Baguala Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Biology Science & Education 2020. (Volume 9 No. 2) : 110 – 111.

Dharma Bunjamin,. Scrodi Michael,. Schwabe Enrico,. 2005. Recent Of Fossil Indonesian Shells” oleh Bunjamin Dharma.

Sianipar H F. 2021. Buku Ajar Avertebarata Air. Perkumpulan Rumah Cemerlang. Cetakan Pertama. Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia. Tasikmalaya.

Katiandagho Bernhard,. 2015. Analisis dan Status Ekosistem Mangrove Di Perairan Timur Kabupaten Biak Numfor. Jurnal Ilmiah Agribisnis Dan Perikanan. (Volume 8 Edisi 1) : 10 – 11.

Markus Waran1, Marlon I. Aipassa, Jacob Manusawai, Anton S. Sinery. Diversity of Mollusacs (Gastropod and Bivalve) In Mangrove Ecosystem of Oransbari District, South Manokwari Regency, West Papua Provinsi Indonesia. Journal of Environmental Treatment Techniques Volume 8, Issue 3, Pages: 1220-1224.

Maya Sri, Nurhidayah. 2020. Zoologi Invertebrata. Cetakan pertama. Widina Bhakti Persada. Bandung

Nontji. A. (2002). Laut Nusantara. Djambatan. Jakarta.

Odum,E.P,.1971, Fundamental of Ecology.W.B. Sounders Company, Philadelphia.

Onrizal., A. Purwoko., & M. Mansor. 2009. Impact of Mangrove Forests Degradation on Fisherman Income and Fish Catch Diversity in Eastern Coastal of North Sumatra, Indonesia. Disajikan dalam International Conference on Natural and Environmental Sciences 2009 (ICONES’09) at the Hermes Palace Hotel Banda Aceh on May 6-8, 2009.

Rahim, Sukirman, Baderan K, dan Wahyuni D. 2017. Hutan Mangrove Dan Pemanfaatannya. Cetakan pertama. Deepublish. Yogjakarta.

Putra, Sapto Purnomo. 2014. Metode Sampling Penelitian Makrobenthos Dan Aplikasinya. Yogjakarta Graha Ilmu. Yogjakarta

Sidiyasa, K. 2007. Vegetasi dan Keanekaragaman Tumbuhan di Sekitar Areal Tambang Batubara Daeng Setuju dan Tanah Putih Pulau Sebuku

Kalimantan Selatan. Info Hutan, 4 : 111-1

Sinery. A.S. 2015. Strategi Pengelolaan Kuskus di Pulau Numfor. Deepublish.Yogyakarta.

Sinery A.S, Farida W.R, Manusawai J, (2016) The population of spotted cuscus (Spilocuscus maculatus) and its habitat carrying capacity in Numfor Island, Papua, Indonesia. Biodiversitas 17 (1) 315-321. DOI: 10.13057/biodiv/d170143.

Supriharyono, M.S. 2000. Pelestarian Dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Di Wilayah Pesisir Tropis. 2000. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Tablaseray V, Pairin M, Fakdawer N, Hamuna B. 2018. Pemetaan Sebaran dan Kerapatan mangrove di Pesisir Timur Pulau Biak, Papua Menggunakan Citra Satelit landsat 8. Jurnal Perikanan dan Kelautan (Volume 8 No. 1) : 35 – 36.

Walters, BB., P. Ronnback,, JM. Kovacs,. B. Crona,. S.A. Hussain,. R.Badola ,.J.H. Primavera,E. Barbier, dan F.Dahdouh-Guebas, 2008. Ethnobiology, Socio Economic and Management of Mangrove Forests:a review. Aquatic Botany.

Warpur Maklon,. 2016. Struktur Vegetasi Hutan Mangrove Dan Pemanfaatannya Di Kampung Ababiaidi Distrik Supiori Selatan Kabupaten Supiori. Jurnal Biodjati.

Diterbitkan

2024-07-11

Cara Mengutip

sinery, anton, Magdalena, O., Purba, G., & Kaber, Y. (2024). KERAGAMAN JENIS MAKROZOOBENTOS PADA AREAL MANGROVE REHABILITASI DAN ALAMI DISTRIK BIAK TIMUR KABUAPTEN BIAK NUMFOR: -. Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta, 16(1), 37–56. https://doi.org/10.33506/md.v16i1.3169

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel Serupa

> >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.