Biomasa Karbon Below Ground Paraserianthes Falcataria (L.) Nielsen pada Lahan Agroforestri Tradisional di Distrik Aimas, Sorong
DOI:
https://doi.org/10.33506/md.v16i3.4176Kata Kunci:
Bellow Ground, Karbon Biomassa, Paraserianthes Falcataria (L,) Nielsen, Agroforestri TradisionalAbstrak
Hutan sebagai bagian dari lingkungan memiliki peranan besar dalam menjaga kestabilan ekosistem. Salah satunya yaitu sebagai penyimpan karbon. Vegetasi berkayu di hutan bisa menjadi pencegah proses lepasnya karbon ke atmosfer melalui proses fotosintesis dimana vegetasi menyerap CO2 kemudian memecahnya dan menyimpannya dalam bentuk biomassa. Hal inilah yang menjadikan hutan penting untuk dikaji kemampuannya dalam menyimpan biomassa dan karbon khusus pada lahan Agroforestri sebagai salah satu unit managemen hutan tingkat tapak. Tujuan dilakukannya riset ini adalah untuk menyusun model persamaan alometrik guna menduga nilai biomasa karbon yang tersimpan pada bagian bawah permukaan tanah (Bellow ground) khusus tegakan pada lahan agroforestri tradisional. Metode yang digunakan adalah destruktif sampling dengan pemilihan pohon sampel secara purposive dan dipilih dua sampel pohon dengan diameter setinggi dada (dbh) yang berbeda namun berumur sama yang mewakili tegakan pada lahan agroforestri di Distrik Aimas Kabupaten Sorong. Selanjutnya di lakukan pengukuran biomassa dan karbon melalui uji laboratorium. Potensi kandungan biomassa total below ground dari 19 tegakan sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) yang di peroleh adalah sebesar 0,369 ton/ha. Kandungan karbon below ground tegakan sengon pada lahan agroforestri seluas 2,8 hektar adalah sebesar 0,184 ton C/ha
Referensi
Atmosuseno, BS. 1998. Budi Daya, Kegunaan dan Prospek Sengon. Jakarta : Penebar Swadaya.
Brown, S. 1997. Estimates Biomass And Biomass Change of Tropical Forest,USA : FAO Forestry Paper no. 134.
Budiadi dan Sabarnurdin, M.S. 2001. Struktur Biomassa di Atas dan Bawah Permukaan Tanah Tanaman Jati dengan Modifikasi Pola Tanam. Buletin Kehutanan No. 47. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Elias, N.J.Wistara, M. Dewi dan H. Purwitasari. 2010. Model Persamaan Massa Karbon Akar Pohon dan Root-Shoot Ratio Massa Karbon. Jurnal Manajemen Hutan Tropika 16 (3):113-117.
Hairiah, K dan Rahayu, S. 2007. Pengukuran Karbon Tersimpan di Berbagai Macam Penggunaan Lahan. World Agroforestry Centre. ICRAF Southeast Asia Regional Office. Bogor
Hairiah, K, dkk. 1999. Petunjuk Praktis : ‘’Karbon Tersimpan’’ di Berbagai Macam Penggunaan Lahan. Bogor. World Agroforestry Center, ICRAF, SEA Regional Office, University of Brawijaya (Unibraw), Indonesia. 77 p.
IPCC, 2003. Good Practice Guidance for land use, land-use change and forestry. Intergovernmental Panel on Climate Change Nationnal Greenhouse Gas Inventories Programme. www.ipcc-nggip.iges.or.jp/lulucf/gpglulucf_unedit.html
Kaliky. F, Ohorella. S, 2011. Biomassa dan Karbon dibawah Permukaan Tanah Tegakan Sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) pada Lahan Agroforestry. Jurnal Agrohut. Vol 2 no 2 hal 110.
Khalif, U. dkk. 2014. Pengaruh Penanaman Sengon terhadap kandungan C dan N Tanah di Desa Salamparejo, Jabung. Malang. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol 1 No. 1 Hal 09-15
Mutua J, dkk. 2014. Conservation agriculture with trees: principles and practice. World AgroforestryCentre (ICRAF
Murdiyarso D. 2003. Protocol Kyoto, Implikasinya Bagi Negara Berkembang. Jakarta: Penerbit Kompas.
Ohorella, S., Febriadi, I., & Sangadji, Z. (2022). Sengon Biomass Carbon Stock in Tradisonal Agroforestry land Tipe; Climate Change. Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan, 15(2), 759-769.
Senjaya, N. dkk 2018. Evaluasi Sistem Agroforestri Sengon dengan Padi Gogo terhadap Serangan Cendawan Rhizoctonia sp. Jurnal Silvikultur Tropika. Vol 09, No 02, Hal 120-126.
Solichin. 2010. Pengukuran Emisi Karbon di Kawasan Hutan Rawa Gambut Merang. Makalah pada Lokakarya Proses penentuan Tingkat Emisi Acuan pada berbagai lokasi ujicoba REDD di Indonesia dan kaitannya dengan REL nasional Bogor, 30 Juni 2010.
Uddin, MB, Mukul, SA, Khan, MA, Hossain, MA. 2009. Seedling response of three agroforestry tree species to phosphorous fertilizer application in Bangladesh: growth and nodulation capabilities. Journal of Forestry Research 20(1):45−48
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA)Â that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



