Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove Di Pulau Jeflio, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong

Penulis

  • Dwi Indah Widya Yanti Universitas Kristen Papua
  • Melisa Masengi Universitas Kristen Papua

DOI:

https://doi.org/10.33506/md.v14i3.2020

Kata Kunci:

mangrove, valuasi

Abstrak

Ekosistem hutan mangrove merupakan salah satu sumber daya alam wilayah pesisir yang memiliki fungsi dan manfaat yang sangat besar. Valuasi ekonomi bertujuan untuk memberikan nilai ekonomi terhadap sumber daya yang digunakan sesuai dengan nilai sebenarnya dari sudut pandang masyarakat. Penelitian dilakukan di Pulau Jeflio, Kecamatan Mayamuk. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. hasil Berdasarkan penelitian, nilai kayu mangrove adalah Rp. 38.779.706.924; nilai ikan Rp. 85.800.000; udang nilai Rp. 3.600.000; nilai kepiting Rp. 2.912.000; nilai opsi Rp19.558.711; nilai keberadaan Rp. 9.672.377. Total nilai ekonomi mangrove di Pulau Jeflio adalah Rp. 38.898.340.924. Pemanfaatan ekosistem mangrove di Pulau Jeflio cukup besar sehingga diperlukan peran serta pihak terkait dalam pengelolaan ekosistem mangrove.

Referensi

Badan Pusat Statistik Kabupaten Sorong. *(2018) Distrik Mayamu Dalam Angka.

Fuad, Anugra, “Tingkat Kerusakan Hutan Mangrove Pantai di Desa Malakosa Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong,2014” Ilmu Perikanan dan Kelautan, Vol 2, No. 1, 2014

Harahap, N., 2010. Penilaian Ekonomi Ekosistem Hutan Mangrove Dan Aplikasinya Dalam Perencanaan Wilayah Pesisier. Graha Ilmu. Yogyakarta. 254 Hal

Hasibuan, B. (2014). Valuasi Ekonomi Lingkungan Nilai Gunaan Langsung Dan Tidak Langsung Komoditas Ekonomi. Signifikan, 3(2), 113–126

Kurniawati, N. D., & Pangaribowo, E. H. (2017). Valuasi ekonomi ekosistem mangrove di desa karangsong, indramayu. Jurnal Bumi Indonesia, 6(2), 1–12

Marasabessy, I., N.J, M., & M.I, B. (2021). Penentuan Indeks Kesesuaian Dan Model Aktivitas Ekowisata Mangrove Di Pulau Jeflio Distrik Mayamuk Kabupaten Sorong. Enggano, 6(1), 80–98.

Romy, L. (2018). Penerapan Ekowisata Mangrove Berbasis Masyarakat Di Desa Teluk Pambang Kecamatan Bantan. Jom FISIP, 51(1), 51.

Subardin, M. (2009). Ekonomi pembangunan valuasi ekonomi kawasan konservasi (ilustrasi pendekatan biaya perjalanan). Jurnal Ekonomi Pembangunan, 7(2), 103–112.

Suzana, B. O. L., Timban, J., Kaunang, R., & Ahmad, F. (2011). Valuasi Ekonomi Sumberdaya Hutan Mangrove Di Desa Palaes Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. ASE, 7(2), 29–38.

Umam, K., Tjondro Winarno, S., & Sudiyarto, S. (2015). Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya. AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research, 1(1), 38–42. https://doi.org/10.18196/agr.116.

Tuwo, Ambo. (2011) Pengelolaan Ekowisata Pesisir dan Laut. Brilliant International. Surabaya.410 hal

Diterbitkan

2022-10-31

Cara Mengutip

Widya Yanti, D. I., & Masengi, M. . (2022). Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove Di Pulau Jeflio, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong. Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta, 14(3), 69–78. https://doi.org/10.33506/md.v14i3.2020

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel Serupa

> >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.