Status Quo Perkawinan Beda Agama Pasca Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023

Penulis

  • Putu Eva Ditayani Antari Universitas Pendidikan Nasional
  • I Kadek Budiadinata Satriatama Adnyana Universitas Pendidikan Nasional
  • Luh Putu Yeyen Karista Putri Monash University

DOI:

https://doi.org/10.33506/js.v11i1.3360

Kata Kunci:

Mahkamah Agung, Pencatatan, Perkawinan

Abstrak

The trend of interfaith marriages is currently gaining interest in Indonesia. Data shows that until 2022, data on interfaith marriages will total 1425 brides. The presence of the polemic about interfaith marriages in society resulted in the government through the Supreme Court issuing SEMA 2 / 2023 which prohibits the Court from accepting requests for interfaith marriages. Based on these problems, the author will examine the legality of interfaith marriages after the arrival of SEMA 2/2023. Furthermore, in this research the author raises problem formulation 1. What is the basis for publishing SEMA 2/2023? 2. What is the validity of interfaith marriages after the publication of SEMA 2/2023? The aim of this research is to find out the basis for the publication of SEMA 2/2023. Furthermore, the validity of interfaith marriages after the publication of SEMA 2/2023. This research uses a normative legal writing method, with several approaches such as the statutory regulations approach, case approach and conceptual approach. The collection of legal materials in this research used literature study techniques. Meanwhile, the legal material analysis method used is the descriptive analytical juridical method. The results of the research show that the basis for preparing the circular letter is intended as a guide for judges in recording religious marriages that occur in Indonesia. Furthermore, since the circular letter came into force, the courts no longer have the authority to register interfaith marriages held in Indonesia.

Referensi

Abdullah, Mahadi, Faisal Sarifudin, Mochammad Rizky Maulana, and Dian Latifiani. “Analisis Perkawinan Beda Agama Di Kota Semarang: Sebuah Telaah Setelah Dikeluarkannya Sema Nomor 2 Tahun 2023.” Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan 1, no. 4 (2023): 1–16. https://doi.org/10.3783/causa.v1i1.571.

Andayani, Dwi. “Viral Pernikahan Beda Agama Di Semarang, Wamenag: Tidak Tercatat Di KUA.” Detik.com, 2022. https://news.detik.com/berita/d-5975172/viral-pernikahan-beda-agama-di-semarang-wamenag-tidak-tercatat-di-kua.

Antari, Putu Eva Ditayani, and Dewa Ayu Yeni Asmari. “Legitimation of the Surrogate Mother Agreement on Human Rights Perspective.” Yustisia Jurnal Hukum 9, no. 2 (2020): 227–42. https://doi.org/10.20961/yustisia.v9i2.43122.

Arianto, and Muhammad Muhajirin. “Arianto & Muhajirin, Pengakuan Negara Terhadap Perkawinan Beda Agama (Studi Kasus Di Dusun Bangkok Desa Klampisan Kecamatan Kandangan).” JURIH: Jurnal Ilmu Hukum 2, no. 1 (2023): 1–23. http: //jurnal.iaih.ac.id/index.php/JURIH.

Auliyak, Waro Satul, Umi Sumbulah, and Suwandi Suwandi. “Perkawinan Transeksual Perspektif Teori Hak Kodrati.” Jurnal Al-Ijtimaiyyah 8, no. 1 (2022): 19–43. https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i1.11186.

Aurilya, Tasya, and Rudy Hartono. “Tinjauan Yuridis Pembagian Harta Gono-Gini Akibat Perceraian Dalam Perspektif Hukum Perdata (Studi Analisa Putusan Nomor 282 K/Pdt/2014).” Unes Law Review 4, no. 4 (2022): 538–49. https://ejournal.uniska-kediri.ac.id/index.php/Mizan/article/view/1054.

CNN Indonesia. “Deretan Pernikahan Beda Agama: Warga Semarang Hingga Stafsus Jokowi.” CNN Indonesia.com, 2022. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220318182241-20-773354/deretan-pernikahan-beda-agama-warga-semarang-hingga-stafsus-jokowi.

Dahlan, Muhammad, and Airin Liemanto. “Perlindungan Hukum Atas Hak Konstitusional Para Penganut Agama-Agama Lokal Di Indonesia.” Arena Hukum 10, no. 1 (2017): 20–39. https://doi.org/10.21776/ub.arenahukum.2017.01001.2.

Dimyati, Khudzaifah, Haedar Nashir, Elviandri Elviandri, Absori Absori, Kelik Wardiono, and Arief Budiono. “Indonesia as a Legal Welfare State: A Prophetic-Transcendental Basis.” Heliyon 7 (2021): 1–8. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2021.e07865.

Fitrawati. “Diskursus Perkawinan Beda Agama Di Indonesia Dalam Tinjauan Universalisme Ham Dan Relativisme Budaya.” Juris: Jurnal Ilmiah Syariah 20, no. 1 (2021): 131–45. https://doi.org/10.31958/juris.v20i1.2825.

Habiburrahman, Muhammad, Moh Maskur, and Aini Shalihah. “Problematika Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Pelarangan Pencatatan Nikah Beda Agama Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia.” Sosio Yustisia: Jurnal Hukum Dan Perubahan Sosial 3, no. 2 (2023): 223–41. https://jurnalpps.uinsby.ac.id/index.php/sosioyustisia/article/view/550/256.

Hanum, Cholida. “Analisi Yuridis Kedudukan Surat Edaran Dalam Sistem Hukum Indonesia.” Hukum Dan Masyarakat Madani 10, no. 2 (2020): 138–53. https://regional.kompas.com/read/2019/06/25/13071111/polemik-bireuen-edaran-siswa-wajib-.

Humaidi, M. Wildan. “Kontestasi Politik Kewargaan Indonesia.” Al-Daulah 9, no. 1 (2020): 58–80. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/al_daulah/article/download/14146/pdf.

Hutabarat, Dany Tri Hutama, Komis Simanjuntak, and Syahrunsyah Syahrunsyah. “Pengelabuan Hukum Perkawinan Atas Perkawinan Beda Agama.” Jurnal Ius Constituendum 7, no. 2 (2022): 321–34. https://doi.org/10.26623/julr.v4i1.3198.

Idris, M., and Ahmad Azmi Perkasa Alam. “Interfaith Marriage Perspective of Fiqh Law and Positive Law.” Nusantara: Journal Of Law Studies 1, no. 1 (2022): 33–39. https://juna.nusantarajournal.com/index.php/juna/article/view/3/15.

Juliana, Juliana. “Akibat Hukum Perubahan Jenis Kelamin Terhadap Sahnya Perkawinan.” Universitas Borneo Tarakan, 2021. https://doi.org/10.1080/09638288.2019.1595750%0Ahttps://doi.org/10.1080/17518423.2017.1368728%0Ahttp://dx.doi.org/10.1080/17518423.2017.1368728%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.ridd.2020.103766%0Ahttps://doi.org/10.1080/02640414.2019.1689076%0Ahttps://doi.org/.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. “Data Perkawinan Beda Agama.” Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia, 2024. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/search.html?q=%22Perkawinan beda agama%22.

Mitha Sari, Avilia, Asmuni Asmuni, and Tengku Erwinsyahbana. “Pembagian Harta Peninggalan Bagi Pasangan Berbeda Agama Setelah Putusnya Perkawinan Karena Kematian.” Legalitas: Jurnal Hukum 14, no. 1 (2022): 61. https://doi.org/10.33087/legalitas.v14i1.297.

Mursalin, Ayub. “Legalitas Perkawinan Beda Agama : Mengungkap Disparitas Putusan Pengadilan Di Indonesia.” Undang Jurnal Hukum 6, no. 1 (2023): 113–50. https://doi.org/10.22437/ujh.6.1.113-150.

Muryanto, Yudho Taruno, Dona Budi Kharisma, and Anjar Sri Ciptorukmi Nugraheni. “Prospects and Challenges of Islamic Fintech in Indonesia: A Legal Viewpoint.” International Journal of Law and Management 64, no. 2 (January 1, 2022): 239–52. https://doi.org/10.1108/IJLMA-07-2021-0162.

Prasetyo, Andik. “Perlindungan Hukum Bagi Anak Pelaku Tindak Pidana.” Mizan: Jurnal Ilmu Hukum 9, no. 1 (2020): 51–60. https://ejournal.uniska-kediri.ac.id/index.php/Mizan/article/view/1054.

Priscyllia, Fanny. “Perkawinan Sejenis Dalam Hukum Kodrat Di Indonesia.” Jatiswara 37, no. 2 (2022): 152–62. https://doi.org/10.29303/jtsw.v37i2.400.

Putera, Andri Donnal. “Akhirnya, Pasangan Beda Agama Yang Menikah Berpura-Pura Pindah Agama...” Kompas.com, 2014. https://nasional.kompas.com/read/2014/09/05/19180821/.Akhirnya.Pasangan.Beda.Agama.yang.Menikah.Berpura-pura.Pindah.Agama.

Putri, Elfirda Ade. “Keabsahan Perkawinan Berdasarkan Perspektif Hukum Positif Di Indonesia.” Krtha Bhayangkara 15, no. 1 (2021): 151–65. https://doi.org/10.31599/krtha.v15i1.541.

Ramadhan, Muhammad Ihab, Safira Wijaya, Anggi Rachma Zakia Fitri, Ghea Tyagita Cahyasabrina, Bunga Cantika, and Dwi Aryanti Ramadhani. “Human Rights Protection in Interfaith Marriages: Comparative Study of Indonesia and Singapore.” Rechtenstudent 4, no. 3 (2023): 238–47. https://doi.org/10.35719/rch.v4i3.291.

Setyawan, Vincentius. “Pancasila Sebagai Sumber Hukum Dalam Sistem Hukum Nasional.” Nusantara: Journal Of Law Studies 2, no. 1 (2023): 1–12. https://doi.org/10.31078/jk1512.

Silfanus, Jessica. “Perkawinan Beda Agama Secara Alkitabiah Dalam Masyarakat Pluralisme.” The Way Jurnal Teologi Dan Kependidikan 8, no. 1 (2022): 82–95. https://doi.org/10.54793/teologi-dan-kependidikan.v8i1.78.

Sulistyo, Yuri, Antikowati Antikowati, and Rosita Indrayati. “Pengawasan Pemerintah Terhadap Produk Hukum Daerah (Peraturan Daerah) Melalui Mekanisme Pembatalan Peraturan Daerah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.” E-Journal Lentera Hukum 1, no. 1 (2014): 1–12. https://www.neliti.com/publications/26613/pengawasan-pemerintah-terhadap-produk-hukum-daerah-peraturan-daerah-melalui-meka.

Suryono, Suryono, Ani Yumarni, and Rizal Syamsul Ma’arif. “Kajian Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 423/Pdt./2023/Pn Jkt.Utr Tentang Pelaksanaan Perawinan Beda Agama Pasca Pemberlakuan Sema Nomor 2 Tahun 2023.” COMSERVA : Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat 3, no. 09 (2024): 3801–14. https://doi.org/10.59141/comserva.v3i09.1144.

Syofyan, Yunita, and Didi Nazmi. “Studi Perbandingan Perkawinan Anak Dalam Hukum Adat Di Indonesia Dan India Ditinjau Dari Perspektif Hak Asasi Manusia.” UNES Journal of Swara Justisia 6, no. 4 (2023): 383. https://doi.org/10.31933/ujsj.v6i4.288.

Tanjung, Indra Utama, and Dhiauddin Tanjung. “Undang-Undang Perkawinan Dan Nikah Beda Agama Hukum Islam Dan Hukum Positif.” Jurnal Kewarganegaraan 6, no. 4 (2022): 6792–6801. https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=3035354&val=20674&title=Undang-Undang Perkawinan dan Nikah Beda Agama Hukum islam dan Hukum Positif.

Tarring, Anisah Daeng. “Perkawinan Beda Agama Dalam Perspektif Hukum Positif Di Indonesia Anisah.” Jurnal Litigasi Amsir 9, no. 4 (2022): 269–77. https://doi.org/10.56799/jceki.v2i1.1180.

Taufiqurrahman, Faishal, Efendi Ibnususilo, and Monika Melina. “Pergesaran Penegakan Hukum Yang Positivistik Menuju Ke Penegakan Hukum Yang Progresif.” Journal Equitable 8, no. 1 (2023): 159–83. https://doi.org/10.37859/jeq.v8i1.4450.

Turatmiyah, S., Annalisa Y., and Arfianna Novera. “Sertifikat Pra Nikah Sebagai Upaya Menekan Tingginya Perceraian Di Indonesia.” Simbur Cahaya 29, no. 1 (2022): 141–54. https://doi.org/10.28946/sc.v29i1.858.

Wiwin, Wiwin. “Quo Vadis Perkawinan Beda Agama Di Indonesia.” JURNAL SULTAN: Riset Hukum Tata Negara 2, no. 1 (2023): 38–46. https://doi.org/10.35905/sultanhtn.v2i1.5233.

Zamakhsyari, Ahmad Faris, Muhamad Adji Rahardian Utama, Jihan Syahida Sulistyanti, Rasyanahla Ghaffar Baharudinsyah, and Suci Nabilla. “State Authority and Legal Action: How to Prevent the State Misconduct?” Law Research Review Quarterly 6, no. 2 (2020): 198–198. https://doi.org/10.15294/lrrq.v6i2.37722.

Zulfadhli, Zulfadhli, and Muksalmina Muksalmina. “Legalitas Hukum Perkawinan Beda Agama Di Indonesia.” Jurnal Inovasi Pendidikan 2, no. 6 (2021): 1851–62. https://doi.org/10.31857/s013116462104007x.

Diterbitkan

2024-10-23

Cara Mengutip

Antari, P. E. D., I Kadek Budiadinata Satriatama Adnyana, & Luh Putu Yeyen Karista Putri. (2024). Status Quo Perkawinan Beda Agama Pasca Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023. JUSTISI, 11(1), 1–16. https://doi.org/10.33506/js.v11i1.3360

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 4 5 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.