Konsepsi Perempuan Moi Tentang Kesejahteraan
DOI:
https://doi.org/10.33506/jn.v8i1.2056Kata Kunci:
Konsepsi, Perempuan Moi, KesejahteraanAbstrak
Kesejahteraan hidup seseorang pada realitanya memiliki banyak indikator yang dapat diukur. Di antara aspek yang sering digunakan sebagai indikator ukuran kesejahteraan adalah pendapatan, populasi, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, konsumsi, perumahan dan sosial budaya. Masyarakat Indonesia yang majemuk baik secara vertikal maupun horizontal, tentu mempunyai tingkat ukuran kesejaheraan yang sangat beragam, seperti dalam jurnal Sosio Informa Vo. 5 No. 3 karya Hari Harjanto Setiawan yang berjudul konsep kesejahteraan menurut masyarakat Jawa dan masyarakat Batak. Kesejahteraan sosial menurut masyarakat jawa “Gemah ripah loh jinawi” yg berarti “tenteram dan makmur serta sangat subur tanahnya”, sedangkan menurut masyarakat Batak, pencapaian manusia terdiri dari 3 tingkatan 3H, yaitu Hamoraon (memiliki banyak harta) dan hasangapon (sangat dihormati) dan Hagabeon (kesuburan, memiliki banyak turunan). Begitu pula dengan konsepsi perempuan Moi tentang makna kesejahteraan. Penelitian ini menggunakan metode Etnografi, dengan memperhatikan aspek subyektif dan objektif. Penelitian ini selain menggunakan pendekatan Antropologi juga menggunakan pendekatan Sosiologi untuk memahami kehidupan masyarakat di Distrik Makbon Kabupaten Sorong. Hasil analisis konsepsi kesejahteraan perempuan Moi di Makbon lebih kepada aspek sosial budaya. Konsep kesejahteraan tampaknya tidak hanya untuk menggambarkan kondisi kemakmuran material (welfare,being-well atau prosperity), tetapi juga mengarah kepada konsep kebahagiaan (happiness). Sehingga disimpulkan bahwa konsep kebahagiaan mendapat perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan konsep kesejahteraan material maupun kemakmuran ekonomi.
Referensi
Adi Isbandi Rukminto. (2015). Kesejahteraan Sosial (Pekerjaan Sosial, Pembangunan Sosial, dan Kajian Pembangunan). Rajawali Pers : Jakarta
Astuti, dkk. (2017). “ Pemetaan Tingkat Kesejahteraan Keluarga di Kecamatan Banjarmasin Selatan”, Jurnal Pendidikan Geografi4 no. 2 vol.4 hlm. 20-34
BPS. 2020. Kabupaten Sorong Dalam Angka Sorong Regency in Figures 2020. sorongkab.go.id/sorong-dalam-angka/. Di akses 15 Agustus 2022
Rohimah, Esti. 2009. Kajian Kesejahteraan Keluarga: Keragaan Pemenuhan Kebutuhan Pangan dan Perumahan pada Keluarga Nelayan di Daerah Rawan Bencana. Bogor: Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor. (https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/11542), diakses 15 Agustus 2022).
Puspitawati, Herien. 2015. Kajian Akademik Pengertian Kesejahteraan dan
Ketahanan Keluarga. ISBN: 978-979-493-403-6 Bogor: Departemen
Sastrawacana, (2018). “Pengertian Etnografi Menurut Para Ahli”. (https://www.sastrawacana.id/2018/07/pengertian-etnografi-menurut-para-ahli.html), diakses 15 Agustus 2022
Setiawan, Hari Sarjawanto (2019). Merumuskan Indeks Kesejateraan Sosial (IKS) di Indonesia, Sosio Inorma ol., No. 3, Hlm. 208-222
Spradley,James P. (1997). Metode Etnografi. Tiara Wacana Yogya: Yogyakarta.
Soekanto, Soerjono (2010). Sosiologi Suatu Penggantar. Rajawali Pers : Jakarta
Sukmasari, Dahliani (2020). Kesejateraan Masyarakat Dalam Perspektif AlQuran. ATTIBYANG Jornal Of Qur’an and Hadis Studies. Vol. 3 No. 1, hlm. 1-6
Sugiharto,E. (2007). Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Nelayan Desa Benua Baru Ilir Berdasarkan Indikator Badan Pusat Statistik. EPP, Vol.4, 32-36.
Tirta Aprilia Taher. (2021). Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sorong Tahun 2021. BPS Kabupaten Sorong.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Nanik Purwanti, Situ Nurul Nikmatul Ula

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








